Minggu, 27 Juni 2010
Inilah Sepuluh Buku Terbaik Versi Oprah Magazine
Mencari buku berkualitas dan menarik untuk dibaca terkadang susah-susah gampang. Tak jarang, buku yang telah dibeli teronggok berdebu di atas tumpukan karena Anda menjadi tidak tertarik dan malas membacanya.
Akan tetapi, sejumlah rekomendasi buku berikut ini dijamin membuat Anda tidak kuasa menahan diri untuk tidak segera menuntaskan bacaan. Berikut ini Media Perempuan memberikan 10 buku terbaik versi Oprah Magazine:
1. ”The Bolter” karya Frances Osborne
Buku ini mengisahkan kronik kehidupan Idina Sackville, seorang perempuan Inggris yang menentang adat kebiasaan dengan memiliki begitu banyak kekasih dan memilih kehidupan asing di Kenya pada 1928. Pembaca dihadapkan dengan pertanyaan, apakah Sackville seorang protofeminist layaknya Isak Dinesen yang menjunjung tinggi kebebasan atau sekadar gadis kaya yang manja dan mencintai skandal? Melalui buku ini, Frances Osborne yang tak lain merupakan cicit Sackville berusaha melacak jejak petualangan nenek moyangnya yang gegabah dan sedikit ”gila.”
2. ”Dreaming in Hindi” karya Katherine Russell Rich
”Dreaming in Hindi” mengisahkan kesialan beruntun yang dialami penulisnya, Katherine Russel Rich. Setelah dua tahun berjuang melawan kanker dan dipecat dari pekerjaan, Rich kehilangan kata-kata untuk menggambarkan betapa buruk nasib yang dialaminya. Buku ini merupakan kisah menawan dan emosional tentang perjalanan Rich ke India, tempat ia mencoba menguasai bahasa asing yang rumit sampai akhirnya menguasai bahasa kemungkinan.
3. ”Little Bee” karya Chris Cleave
Sebuah memori mengerikan menyatukan dua perempuan yang sama sekali berbeda. Perempuan pertama adalah seorang pengungsi muda asal Nigeria yang bertabiat masam namun cerdik dan g baru saja keluar dari pusat penahanan Inggris. Sementara perempuan yang satu lagi adalah editor majalah mode perempuan Inggris. ”Little Bee” mengisahkan tentang kengerian dan keindahan secara sekaligus.
4. ”Blame” karya Michelle Huneven
Licik namun berhati tulus. ”Blame” mengisahkan tentang Patsy Maclemoore, seorang profesor sejarah berusia 20-an tahun yang sedikit liar dan terlibat dalam tindak kriminal yang berhubungan dengan alkohol. Patsy berhasil menemukan penebusan, namun berakhir dengan mempertanyakan moralnya sendiri di kemudian hari.
5. ”Losing Mum and Pup” karya Christopher Buckly
Kehidupan Christopher Buckly tidak seperti kehidupan yang dimiliki banyak orang. Orangtuanya adalah William F. dan Patricia Buckley, figur intelektual dan sosial di East Coast. ”Losing Mum and Pup” merupakan memoar Buckly tentang tahun-tahun setelah kematian kedua orangtuanya dan rasa kehilangan yang mendera. ”Orang-orang terkasih kadang-kadang melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan,” katanya. Namun dirinya tetap mengasihi mereka.
6. ”Zeitoun” karya Dave Eggers
Novel karya Dave Eggers ini mengisahkan seorang kontraktor Suriah yang seharusnya dihargai atas kerja tanpa pamrihnya di New Orleans selama dan setelah bencana badai Katrina, namun malah dikurung di dalam penjara darurat layaknya hewan. Buku ini merupakan sebuah karya masterpiece dengan gaya pelaporan memilukan tentang salah satu momen memalukan dalam sejarah Amerika.
7. ”Say You’re One of Them” karya Uwem Akpan
Hanya Uwen Akpan, seorang penulis Nigeria sekaligus imam Yesuit, yang mampu membimbing pembaca melewati medan keputusasaan, dari jalanan kumuh di Nairobi hingga kecamuk perang di Rwanda, dengan segenggam harapan di kepalan tangan. Kisah tentang pemerkosaan, pembunuhan, dan perbudakan anak-anak di dalam novel ini tidak tertanggungkan. Dikisahkan sebagian besar oleh anak-anak itu sendiri, ”Say You’re One of Them” membuat kita tersentuh dan tergerak melantunkan doa untuk dunia yang lebih baik.
8. ”Some Things That Meant the World to Me” karya Joshua Mohn
Temui Rhonda, seorang lelaki yang tenggelam dalam jeratan alkohol sebagai sebuah penebusan. Baris pertama novel dibuka dengan kalimat yang memicu intrik, ”Aku ingin bercerita tentang suatu malam ketika aku menyelamatkan hidup seorang pelacur.”
9. ”The Invisible Mountain” karya Carolina De Robertis
Novel ini mengisahkan tiga generasi perempuan berkuasa yang bernafsu melawan politik abad ke-20 di Amerika Selatan. Layaknya novel-novel terbaik lainnya, ”The Invisible Mountain” menceritakan kisah menarik tentang identitas, tempat, dan waktu.
10. ”Strength in What Remains: A Journey of Remembrance and Forgiveness” karya Tracy Kidder
Novel ini diangkat dari kisah nyata yang memikat tentang seorang lelaki bernama Cleo, yang setelah menyaksikan kehancuran tanah kelahirannya Burundi, terpaksa menghadapi kemiskinan dan penghinaan di Amerika. Namun semua itu tidak mampu menghancurkannya, justru membuatnya bangkit dan bertahan. Kidder menggambarkan secara jelas, pengalaman mendaki gunung selama 14 jam membuat seseorang menyadari bahwa melanjutkan hidup menunjukkan kekuatan, dan beberapa hal lebih penting daripada kesedihan.
(www.rileks.com)
Apakah anda punya rekomendasi buku lain yang sekira bagus untuk di baca ? silakan komen ...ok...kata orang bijak "Membaca Bagaikan Cahaya didalam gelap"

Related Post :
Akan tetapi, sejumlah rekomendasi buku berikut ini dijamin membuat Anda tidak kuasa menahan diri untuk tidak segera menuntaskan bacaan. Berikut ini Media Perempuan memberikan 10 buku terbaik versi Oprah Magazine:
1. ”The Bolter” karya Frances Osborne
Buku ini mengisahkan kronik kehidupan Idina Sackville, seorang perempuan Inggris yang menentang adat kebiasaan dengan memiliki begitu banyak kekasih dan memilih kehidupan asing di Kenya pada 1928. Pembaca dihadapkan dengan pertanyaan, apakah Sackville seorang protofeminist layaknya Isak Dinesen yang menjunjung tinggi kebebasan atau sekadar gadis kaya yang manja dan mencintai skandal? Melalui buku ini, Frances Osborne yang tak lain merupakan cicit Sackville berusaha melacak jejak petualangan nenek moyangnya yang gegabah dan sedikit ”gila.”
2. ”Dreaming in Hindi” karya Katherine Russell Rich
”Dreaming in Hindi” mengisahkan kesialan beruntun yang dialami penulisnya, Katherine Russel Rich. Setelah dua tahun berjuang melawan kanker dan dipecat dari pekerjaan, Rich kehilangan kata-kata untuk menggambarkan betapa buruk nasib yang dialaminya. Buku ini merupakan kisah menawan dan emosional tentang perjalanan Rich ke India, tempat ia mencoba menguasai bahasa asing yang rumit sampai akhirnya menguasai bahasa kemungkinan.
3. ”Little Bee” karya Chris Cleave
Sebuah memori mengerikan menyatukan dua perempuan yang sama sekali berbeda. Perempuan pertama adalah seorang pengungsi muda asal Nigeria yang bertabiat masam namun cerdik dan g baru saja keluar dari pusat penahanan Inggris. Sementara perempuan yang satu lagi adalah editor majalah mode perempuan Inggris. ”Little Bee” mengisahkan tentang kengerian dan keindahan secara sekaligus.
4. ”Blame” karya Michelle Huneven
Licik namun berhati tulus. ”Blame” mengisahkan tentang Patsy Maclemoore, seorang profesor sejarah berusia 20-an tahun yang sedikit liar dan terlibat dalam tindak kriminal yang berhubungan dengan alkohol. Patsy berhasil menemukan penebusan, namun berakhir dengan mempertanyakan moralnya sendiri di kemudian hari.
5. ”Losing Mum and Pup” karya Christopher Buckly
Kehidupan Christopher Buckly tidak seperti kehidupan yang dimiliki banyak orang. Orangtuanya adalah William F. dan Patricia Buckley, figur intelektual dan sosial di East Coast. ”Losing Mum and Pup” merupakan memoar Buckly tentang tahun-tahun setelah kematian kedua orangtuanya dan rasa kehilangan yang mendera. ”Orang-orang terkasih kadang-kadang melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan,” katanya. Namun dirinya tetap mengasihi mereka.
6. ”Zeitoun” karya Dave Eggers
Novel karya Dave Eggers ini mengisahkan seorang kontraktor Suriah yang seharusnya dihargai atas kerja tanpa pamrihnya di New Orleans selama dan setelah bencana badai Katrina, namun malah dikurung di dalam penjara darurat layaknya hewan. Buku ini merupakan sebuah karya masterpiece dengan gaya pelaporan memilukan tentang salah satu momen memalukan dalam sejarah Amerika.
7. ”Say You’re One of Them” karya Uwem Akpan
Hanya Uwen Akpan, seorang penulis Nigeria sekaligus imam Yesuit, yang mampu membimbing pembaca melewati medan keputusasaan, dari jalanan kumuh di Nairobi hingga kecamuk perang di Rwanda, dengan segenggam harapan di kepalan tangan. Kisah tentang pemerkosaan, pembunuhan, dan perbudakan anak-anak di dalam novel ini tidak tertanggungkan. Dikisahkan sebagian besar oleh anak-anak itu sendiri, ”Say You’re One of Them” membuat kita tersentuh dan tergerak melantunkan doa untuk dunia yang lebih baik.
8. ”Some Things That Meant the World to Me” karya Joshua Mohn
Temui Rhonda, seorang lelaki yang tenggelam dalam jeratan alkohol sebagai sebuah penebusan. Baris pertama novel dibuka dengan kalimat yang memicu intrik, ”Aku ingin bercerita tentang suatu malam ketika aku menyelamatkan hidup seorang pelacur.”
9. ”The Invisible Mountain” karya Carolina De Robertis
Novel ini mengisahkan tiga generasi perempuan berkuasa yang bernafsu melawan politik abad ke-20 di Amerika Selatan. Layaknya novel-novel terbaik lainnya, ”The Invisible Mountain” menceritakan kisah menarik tentang identitas, tempat, dan waktu.
10. ”Strength in What Remains: A Journey of Remembrance and Forgiveness” karya Tracy Kidder
Novel ini diangkat dari kisah nyata yang memikat tentang seorang lelaki bernama Cleo, yang setelah menyaksikan kehancuran tanah kelahirannya Burundi, terpaksa menghadapi kemiskinan dan penghinaan di Amerika. Namun semua itu tidak mampu menghancurkannya, justru membuatnya bangkit dan bertahan. Kidder menggambarkan secara jelas, pengalaman mendaki gunung selama 14 jam membuat seseorang menyadari bahwa melanjutkan hidup menunjukkan kekuatan, dan beberapa hal lebih penting daripada kesedihan.
(www.rileks.com)
Apakah anda punya rekomendasi buku lain yang sekira bagus untuk di baca ? silakan komen ...ok...kata orang bijak "Membaca Bagaikan Cahaya didalam gelap"
Related Post :
Budaya Membaca Buku Cabut Rasa Kebebasan
oleh: HE. Benyamine
Menulis sangat mudah sebagaimana beberapa buku tentang penulisan yang memberi motivasi, sebenarnya mengasumsikan suatu keadaan dimana masyarakat telah hidup dalam budaya membaca. Membaca adalah kebutuhan pokok. Pendidikan lebih cenderung didekati dengan pendekatan pendidikan orang dewasa (andragogi), selain pendekatan pedagogi yang berlangsung saat ini. Sehingga, penekanan yang sering muncul adalah budayakan membaca; sebagai syarat yang sangat penting untuk mudah menulis. Budaya membaca inilah yang menjadi tantangan dalam penerapan isi buku-buku tentang motivasi menulis tersebut, yang perlu didengungkan dan didorong tumbuh berkembangnya budaya membaca.
Berdasarkan beberapa hasil riset sebagaimana diungkapkan Dr. Stephen D. Krashen bahwa kita belajar menulis lewat membaca, yang menunjukkan betapa pentingnya mambaca dalam memudahkan untuk menulis, karena membaca merupakan perbuatan menulis di otak. Hal ini juga tergambar dalam bukunya Jean-Paul Sartre, Kata-Kata (2000), dimana membaca sudah dibudayakan oleh keluarganya, terlebih kakeknya yang selalu memberikan berbagai buku dan tulisan, sehingga saat pertama menulis Sartre merasa sebagai plagiat karena banyak tulisan yang mengendap di otak dari hasil bacaan yang membudaya.
Budaya membaca para pendidik (dosen/guru) tentu sudah seharusnya telah berkembang, sebagai kelompok masyarakat yang senang membaca dan menjadi kebutuhan, sehingga dapat menularkan pada anak didiknya. Sudah seharusnya, kelompok masyarakat yang berprofesi sebagai pendidik ini sudah berada dalam budaya membaca, sehingga kegiatan membaca sudah menjadi habit sebagaimana setiap hari melakukan kegiatan mengajar. Buku-buku yang memotivasi menulis menjadi penting dibaca oleh kalangan pendidik dan peserta didik, yang tidak perlu (harus) diikuti adalah gaya penulisannya. Melalui buku-buku motivasi penulisan tersebut, sangat jelas tergambar bagaimana pentingnya budaya membaca, yang menjadi syarat penting dan utama dalam menjadikan kegiatan menulis sebagai kebiasaan (habit) sebagaimana didefinisikan Stephen Covey sebagai titik pertemuan antara pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan keinginan (desire).
Harapan mempunyai kemampuan menulis sangat mudah, tidak serta merta dapat diperoleh hanya dengan membaca buku-buku tentang menulis, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana sebab-sebab yang diuraikan dalam buku tersebut hingga bisa menulis sangat mudah yang perlu menjadi perhatian dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melakukan perbuatan berdasarkan harapan (raja’) lebih tinggi kedudukannya daripada perbuatan berdasarkan takut (khauf), sebagaimana Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin ungkapkan, yang menegaskan bahwa sebab-sebab yang menguatkan kepada harapan tersebut harus dijaga dan dijalani, karena bila sebab-sebab tersebut hilang maka harapan tersebut tidak ubahnya sebuah angan-angan belaka. Tentu saja sebab-sebab yang menguatkan harapan dalam mudah menulis adalah budaya membaca, yang harus dijaga dan dijalani sebagai budaya.
Membangun kesadaran tentang potensi diri, sebagaimana gagasan Paulo Freire tentang pendidikan yang benar-benar membebaskan, yang mencabut parasit adanya perasaan takut kebebasan (fear of freedom) dalam masyarakat, juga merujuk pada budaya membaca. Jika budaya membaca tidak ada, maka sistem pendidikan apapun akan menjadikan orang terjebak pada sikap fanatik dan tertanam dalam bangunan yang menindas tapi tidak mau keluar karena takut keruntuhannya. Sehingga, perasaan takut kebebasan (fear of freedom) masih menjadi penghambat yang laten, yang memang sangat sulit untuk didobrak.
Jadi, menulis sangat mudah merupakan pernyataan yang benar namun bergantung pada syarat penting akan budaya membaca. Kemudahan dalam menulis merupakan suatu proses yang panjang dan kerja keras, yang diikuti oleh berkembangnya budaya membaca pada diri seseorang. Banyak orang yang setelah membaca buku tentang motivasi menulis langsung tercerahkan, dan berpikiran bahwa menulis itu memang mudah, sebagaimana mudahnya membaca buku tersebut, tetapi tanpa melihat apa yang menjadi sebab kemudahan itu hanya membuat orang terbuai. Sudah seharusnya profesional pendidik (dosen/guru) untuk terlibat mendobrak tembok perasaan takut kebebasan dalam masyarakat, dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya membaca.
(Radar Banjarmasin, 12 April 2010:3)

Related Post :
Carlos Slim Helú Aglamaz [Autobiografi]
Manajemen Waktu Untuk Yang Mau Sukses
Tips Supaya Anak Lebih Pintar
Makanan Yang Bagus Untuk Di konsumsi
Kebiasaan Buruk Yang Baik
Pekerjaan Paling Aneh Didunia
[back]
Menulis sangat mudah sebagaimana beberapa buku tentang penulisan yang memberi motivasi, sebenarnya mengasumsikan suatu keadaan dimana masyarakat telah hidup dalam budaya membaca. Membaca adalah kebutuhan pokok. Pendidikan lebih cenderung didekati dengan pendekatan pendidikan orang dewasa (andragogi), selain pendekatan pedagogi yang berlangsung saat ini. Sehingga, penekanan yang sering muncul adalah budayakan membaca; sebagai syarat yang sangat penting untuk mudah menulis. Budaya membaca inilah yang menjadi tantangan dalam penerapan isi buku-buku tentang motivasi menulis tersebut, yang perlu didengungkan dan didorong tumbuh berkembangnya budaya membaca.
Berdasarkan beberapa hasil riset sebagaimana diungkapkan Dr. Stephen D. Krashen bahwa kita belajar menulis lewat membaca, yang menunjukkan betapa pentingnya mambaca dalam memudahkan untuk menulis, karena membaca merupakan perbuatan menulis di otak. Hal ini juga tergambar dalam bukunya Jean-Paul Sartre, Kata-Kata (2000), dimana membaca sudah dibudayakan oleh keluarganya, terlebih kakeknya yang selalu memberikan berbagai buku dan tulisan, sehingga saat pertama menulis Sartre merasa sebagai plagiat karena banyak tulisan yang mengendap di otak dari hasil bacaan yang membudaya.
Budaya membaca para pendidik (dosen/guru) tentu sudah seharusnya telah berkembang, sebagai kelompok masyarakat yang senang membaca dan menjadi kebutuhan, sehingga dapat menularkan pada anak didiknya. Sudah seharusnya, kelompok masyarakat yang berprofesi sebagai pendidik ini sudah berada dalam budaya membaca, sehingga kegiatan membaca sudah menjadi habit sebagaimana setiap hari melakukan kegiatan mengajar. Buku-buku yang memotivasi menulis menjadi penting dibaca oleh kalangan pendidik dan peserta didik, yang tidak perlu (harus) diikuti adalah gaya penulisannya. Melalui buku-buku motivasi penulisan tersebut, sangat jelas tergambar bagaimana pentingnya budaya membaca, yang menjadi syarat penting dan utama dalam menjadikan kegiatan menulis sebagai kebiasaan (habit) sebagaimana didefinisikan Stephen Covey sebagai titik pertemuan antara pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan keinginan (desire).
Harapan mempunyai kemampuan menulis sangat mudah, tidak serta merta dapat diperoleh hanya dengan membaca buku-buku tentang menulis, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana sebab-sebab yang diuraikan dalam buku tersebut hingga bisa menulis sangat mudah yang perlu menjadi perhatian dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melakukan perbuatan berdasarkan harapan (raja’) lebih tinggi kedudukannya daripada perbuatan berdasarkan takut (khauf), sebagaimana Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin ungkapkan, yang menegaskan bahwa sebab-sebab yang menguatkan kepada harapan tersebut harus dijaga dan dijalani, karena bila sebab-sebab tersebut hilang maka harapan tersebut tidak ubahnya sebuah angan-angan belaka. Tentu saja sebab-sebab yang menguatkan harapan dalam mudah menulis adalah budaya membaca, yang harus dijaga dan dijalani sebagai budaya.
Membangun kesadaran tentang potensi diri, sebagaimana gagasan Paulo Freire tentang pendidikan yang benar-benar membebaskan, yang mencabut parasit adanya perasaan takut kebebasan (fear of freedom) dalam masyarakat, juga merujuk pada budaya membaca. Jika budaya membaca tidak ada, maka sistem pendidikan apapun akan menjadikan orang terjebak pada sikap fanatik dan tertanam dalam bangunan yang menindas tapi tidak mau keluar karena takut keruntuhannya. Sehingga, perasaan takut kebebasan (fear of freedom) masih menjadi penghambat yang laten, yang memang sangat sulit untuk didobrak.
Jadi, menulis sangat mudah merupakan pernyataan yang benar namun bergantung pada syarat penting akan budaya membaca. Kemudahan dalam menulis merupakan suatu proses yang panjang dan kerja keras, yang diikuti oleh berkembangnya budaya membaca pada diri seseorang. Banyak orang yang setelah membaca buku tentang motivasi menulis langsung tercerahkan, dan berpikiran bahwa menulis itu memang mudah, sebagaimana mudahnya membaca buku tersebut, tetapi tanpa melihat apa yang menjadi sebab kemudahan itu hanya membuat orang terbuai. Sudah seharusnya profesional pendidik (dosen/guru) untuk terlibat mendobrak tembok perasaan takut kebebasan dalam masyarakat, dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya membaca.
(Radar Banjarmasin, 12 April 2010:3)
Related Post :
Carlos Slim Helú Aglamaz [Autobiografi]
Manajemen Waktu Untuk Yang Mau Sukses
Tips Supaya Anak Lebih Pintar
Makanan Yang Bagus Untuk Di konsumsi
Kebiasaan Buruk Yang Baik
Pekerjaan Paling Aneh Didunia
[back]
Rabu, 23 Juni 2010
Hindari 16 Kesalahan Terbesar Pelaku Bisnis Online
Berbisnis melalui media online saat ini makin menjadi pilihan, karena modal dan biaya operasionalnya relatif kecil. Anda juga tidak terikat waktu dan tempat, sehingga bisa mengerjakan pekerjaan lain tanpa harus menunggui produk yang Anda jual.
Untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses website Anda, sebaiknya Anda perhatikan hal-hal berikut ini:
1. Mendesain situs berlebihan. Sah-sah saja menggunakan animasi, musik, grafik, dalam situs, tapi jangan terlalu banyak. Berdasarkan penelitian, orang-orang lebih tertarik pada situs yang sederhana. Hiasan yang terlalu ramai akan memperlambat fungsi situs. Ingat, pengguna internet adalah orang-orang sibuk, yang ingin mendapatkan informasi dengan cepat.
2. Mengisi situs dengan link atau teks yang tidak ada kaitannya dengan usaha. Hal ini akan membuat pengunjung malas berkunjung ke situs Anda. Teksnya juga jangan berlebihan. Secukupnya saja, sesuai dengan tujuan usaha atau barang yang ditawarkan.
3. Membuat situs yang tidak terlihat profesional atau asal-asalan. Di dunia online Anda memiliki waktu kurang dari 20 detik untuk meninggalkan kesan pertama dalam pikiran pengunjung. Manfaatkanlah waktu sempit itu dengan sebaik-baiknya.
4. Membuat calon pelanggan bingung. Jika terlalu banyak tombol dalam situs, pengunjung jadi bingung. Apalagi kalau tombol-tombol itu berserakan di mana-mana. Gunakan saja petunjuk-petunjuk dasar atau sederhana yang memang sudah terbukti efektif membimbing pengunjung.
5. Meletakkan info kontak Anda di tempat yang susah ditemukan.
6. Jarang memperbarui informasi. Ini kesalahan terbesar dalam berbisnis online. Dunia usaha berkembang setiap saat dan Anda harus bisa mengimbanginya. Perbaruilah informasi secara berkala, setidaknya seminggu sekali, mulai dari foto, harga, sampai keterangan lain mengenai barang yang ditawarkan.
7. Menggunakan splash page. Splash page adalah halaman awal berisi logo yang harus diklik agar bisa masuk ke situs. Halaman ini cukup membingungkan bagi banyak pengguna internet.
8. Mengharuskan pengunjung mengunduh fitur tertentu. Jangan memasang fitur ini hanya supaya pengunjung bisa mengakses informasi. Banyak orang menganggap hal ini membuang waktu saja.
9. Tidak menyediakan informasi yang jelas bila calon pelanggan harus mengisi formulir tertentu sebelum melakukan pembelian.
10. Mengirim spam. Spam adalah bentuk e-mail yang dikirim ke banyak orang tanpa diminta. Ini mengganggu. Orang akan merasa privasinya dilanggar.
11. Mengganti alamat situs. Gonta-ganti alamat situs akan membuat Anda terlihat tidak konsisten, apalagi tanpa pemberitahuan. Pelanggan jadi harus mencari-cari Anda lagi, atau mereka pikir Anda gulung tikar.
12. Tidak menghiraukan persaingan. Memang baik jika Anda memfokuskan diri untuk memasarkan usaha Anda, tapi jangan sampai Anda ketinggalan dari pesaing lainnya. Sebaiknya Anda perhatikan usaha pesaing dan kembangkan strategi Anda sendiri.
13. Mencampuradukkan dagangan yang tidak ada hubungannya. Anda berjualan cookies dan baju hamil. Dua benda yang tidak ada hubungannya. Pelanggan akan bingung, sebenarnya Anda mau berjualan apa sih? Kalau mau berjualan lebih dari satu jenis barang, buatlah situs yang berlainan.
14. Menciptakan kategori usaha, nama, atau kata kunci yang terlalu umum. Bila ini terjadi, Anda bisa kalah dari pengusaha lain.
15. Gunakan kreativitas Anda untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda, tapi jangan juga membuat kategori yang terlalu spesifik. Misalnya berjualan “siomay bakar daging rusa bumbu manis pedas”. Itu contoh nama yang kurang baik.
16. Lokasi berbisnis di rumah, bukan berarti usaha Anda tidak perlu mendapat izin. Daftarkanlah dan jangan lupa membayar pajak karena ini kewajiban warga Indonesia.
Apakah Anda mempunyai saran yang lain hal2 yang perlu di hindari dalam berbisnis online...silakan komentar anda atau mempunyai artikel menarik tentang bisnis online silakan tinggalkan link anda di komentar anda ..saya akan link back anda ...dan apabila menarik akan saya muat di blog ini..untuk berbagi kepada yang lain supaya orang indonesia pada sukses di bisnis online yang relatif murah dalam permodalan dan ke ahlian...ditunggu saran dan artikelnya..trims
Sumber: Majalah Sekar, Editor: din, kompas.com

Related Post :
Untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses website Anda, sebaiknya Anda perhatikan hal-hal berikut ini:
1. Mendesain situs berlebihan. Sah-sah saja menggunakan animasi, musik, grafik, dalam situs, tapi jangan terlalu banyak. Berdasarkan penelitian, orang-orang lebih tertarik pada situs yang sederhana. Hiasan yang terlalu ramai akan memperlambat fungsi situs. Ingat, pengguna internet adalah orang-orang sibuk, yang ingin mendapatkan informasi dengan cepat.
2. Mengisi situs dengan link atau teks yang tidak ada kaitannya dengan usaha. Hal ini akan membuat pengunjung malas berkunjung ke situs Anda. Teksnya juga jangan berlebihan. Secukupnya saja, sesuai dengan tujuan usaha atau barang yang ditawarkan.
3. Membuat situs yang tidak terlihat profesional atau asal-asalan. Di dunia online Anda memiliki waktu kurang dari 20 detik untuk meninggalkan kesan pertama dalam pikiran pengunjung. Manfaatkanlah waktu sempit itu dengan sebaik-baiknya.
4. Membuat calon pelanggan bingung. Jika terlalu banyak tombol dalam situs, pengunjung jadi bingung. Apalagi kalau tombol-tombol itu berserakan di mana-mana. Gunakan saja petunjuk-petunjuk dasar atau sederhana yang memang sudah terbukti efektif membimbing pengunjung.
5. Meletakkan info kontak Anda di tempat yang susah ditemukan.
6. Jarang memperbarui informasi. Ini kesalahan terbesar dalam berbisnis online. Dunia usaha berkembang setiap saat dan Anda harus bisa mengimbanginya. Perbaruilah informasi secara berkala, setidaknya seminggu sekali, mulai dari foto, harga, sampai keterangan lain mengenai barang yang ditawarkan.
7. Menggunakan splash page. Splash page adalah halaman awal berisi logo yang harus diklik agar bisa masuk ke situs. Halaman ini cukup membingungkan bagi banyak pengguna internet.
8. Mengharuskan pengunjung mengunduh fitur tertentu. Jangan memasang fitur ini hanya supaya pengunjung bisa mengakses informasi. Banyak orang menganggap hal ini membuang waktu saja.
9. Tidak menyediakan informasi yang jelas bila calon pelanggan harus mengisi formulir tertentu sebelum melakukan pembelian.
10. Mengirim spam. Spam adalah bentuk e-mail yang dikirim ke banyak orang tanpa diminta. Ini mengganggu. Orang akan merasa privasinya dilanggar.
11. Mengganti alamat situs. Gonta-ganti alamat situs akan membuat Anda terlihat tidak konsisten, apalagi tanpa pemberitahuan. Pelanggan jadi harus mencari-cari Anda lagi, atau mereka pikir Anda gulung tikar.
12. Tidak menghiraukan persaingan. Memang baik jika Anda memfokuskan diri untuk memasarkan usaha Anda, tapi jangan sampai Anda ketinggalan dari pesaing lainnya. Sebaiknya Anda perhatikan usaha pesaing dan kembangkan strategi Anda sendiri.
13. Mencampuradukkan dagangan yang tidak ada hubungannya. Anda berjualan cookies dan baju hamil. Dua benda yang tidak ada hubungannya. Pelanggan akan bingung, sebenarnya Anda mau berjualan apa sih? Kalau mau berjualan lebih dari satu jenis barang, buatlah situs yang berlainan.
14. Menciptakan kategori usaha, nama, atau kata kunci yang terlalu umum. Bila ini terjadi, Anda bisa kalah dari pengusaha lain.
15. Gunakan kreativitas Anda untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda, tapi jangan juga membuat kategori yang terlalu spesifik. Misalnya berjualan “siomay bakar daging rusa bumbu manis pedas”. Itu contoh nama yang kurang baik.
16. Lokasi berbisnis di rumah, bukan berarti usaha Anda tidak perlu mendapat izin. Daftarkanlah dan jangan lupa membayar pajak karena ini kewajiban warga Indonesia.
Apakah Anda mempunyai saran yang lain hal2 yang perlu di hindari dalam berbisnis online...silakan komentar anda atau mempunyai artikel menarik tentang bisnis online silakan tinggalkan link anda di komentar anda ..saya akan link back anda ...dan apabila menarik akan saya muat di blog ini..untuk berbagi kepada yang lain supaya orang indonesia pada sukses di bisnis online yang relatif murah dalam permodalan dan ke ahlian...ditunggu saran dan artikelnya..trims
Sumber: Majalah Sekar, Editor: din, kompas.com
Related Post :
Terbaru Join Bisnis OnLine Murni Gratis....Klik Disini...!!!
[back]
Sabtu, 19 Juni 2010
Manajemen Waktu Untuk Yang Mau Sukses
Anda yang ingin sukses, ikuti tips manajemen waktu orang-orang
sukses berikut ini:
* Tetapkan tujuan dan cita-cita hidup Anda
Tanyakan pada diri sendiri, `Untuk apa saya hidup?' `Apa yang saya
inginkan?','Apa yang harus saya lakukan?'. Lalu tulis semua jawaban
Anda dalam sebuah buku. Ingat, tetapkan tujuan dan cita-cita yang
realistis dan terukur dalam arti sesuai dengan kemampuan Anda.
Karena orang-orang yang sukses dan bahagia adalah orang-orang yang
mengetahui tujuan hidup dan menyadari kemampuannya.
* Lakukan perencanaan
Luangkan waktu Anda untuk membuat perencanaan hidup Anda. Tetapkan
rencana apa saja yang akan Anda lakukan untuk mencapai tujuan dan
cita-cita hidup Anda. Buat rencana secara cermat. Misalnya rencana
untuk menyusun proposal, mengadakan presentasi, menemui klien,
memulai bisnis baru, dll.
* Tetapkan skala prioritas
Setelah membuat perencanaan, buatlah daftar hal-hal yang harus Anda
capai dalam waktu dekat. Misalnya, apa yang harus Anda raih dalam
minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya. Contohnya
minggu depan Anda harus sudah bisa `menggolkan' tender, bulan depan
Anda sudah menjalankan proyek penting, tahun depan Anda sudah bisa
menikmati hasil kerja Anda, dsb.
* Batasi rencana Anda
Terlalu banyak rencana juga bukanlah hal yang baik jika Anda sadar
tidak mungkin mengerjakan semuanya. Rencana yang terlalu banyak
hanya akan membuat Anda stres. Bahkan jika Anda gagal mencapainya
Anda bisa frustasi. Buatlah rencana yang Anda yakin dapat
menyelesaikannya.
* Luangkan waktu
Walau Anda sudah memiliki sejumlah rencana yang akan segera Anda
kerjakan, jangan lupa luangkan waktu Anda untuk melakukan hal-hal
yang menyenangkan bagi Anda pribadi. Misalnya tidur/beristirahat,
melakukan hobi, berkumpul dengan keluarga dan sahabat, berolahraga,
belanja, dan bermain internet. Tetapi jangan sampai kesenangan itu
menyita waktu Anda sehingga mengesampingkan hal-hal yang lebih
penting.
Dengan demikian waktu Anda yang berharga akan lebih efektif bukan?
Jika Anda sudah mempraktekkan manajemen waktu ini dengan benar,
semoga kesuksesan akan segera Anda raih. Selamat mencoba.!
Sumber: Astaga.com (Resonansi)

Related Post :
[back]
sukses berikut ini:
* Tetapkan tujuan dan cita-cita hidup Anda
Tanyakan pada diri sendiri, `Untuk apa saya hidup?' `Apa yang saya
inginkan?','Apa yang harus saya lakukan?'. Lalu tulis semua jawaban
Anda dalam sebuah buku. Ingat, tetapkan tujuan dan cita-cita yang
realistis dan terukur dalam arti sesuai dengan kemampuan Anda.
Karena orang-orang yang sukses dan bahagia adalah orang-orang yang
mengetahui tujuan hidup dan menyadari kemampuannya.
* Lakukan perencanaan
Luangkan waktu Anda untuk membuat perencanaan hidup Anda. Tetapkan
rencana apa saja yang akan Anda lakukan untuk mencapai tujuan dan
cita-cita hidup Anda. Buat rencana secara cermat. Misalnya rencana
untuk menyusun proposal, mengadakan presentasi, menemui klien,
memulai bisnis baru, dll.
* Tetapkan skala prioritas
Setelah membuat perencanaan, buatlah daftar hal-hal yang harus Anda
capai dalam waktu dekat. Misalnya, apa yang harus Anda raih dalam
minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya. Contohnya
minggu depan Anda harus sudah bisa `menggolkan' tender, bulan depan
Anda sudah menjalankan proyek penting, tahun depan Anda sudah bisa
menikmati hasil kerja Anda, dsb.
* Batasi rencana Anda
Terlalu banyak rencana juga bukanlah hal yang baik jika Anda sadar
tidak mungkin mengerjakan semuanya. Rencana yang terlalu banyak
hanya akan membuat Anda stres. Bahkan jika Anda gagal mencapainya
Anda bisa frustasi. Buatlah rencana yang Anda yakin dapat
menyelesaikannya.
* Luangkan waktu
Walau Anda sudah memiliki sejumlah rencana yang akan segera Anda
kerjakan, jangan lupa luangkan waktu Anda untuk melakukan hal-hal
yang menyenangkan bagi Anda pribadi. Misalnya tidur/beristirahat,
melakukan hobi, berkumpul dengan keluarga dan sahabat, berolahraga,
belanja, dan bermain internet. Tetapi jangan sampai kesenangan itu
menyita waktu Anda sehingga mengesampingkan hal-hal yang lebih
penting.
Dengan demikian waktu Anda yang berharga akan lebih efektif bukan?
Jika Anda sudah mempraktekkan manajemen waktu ini dengan benar,
semoga kesuksesan akan segera Anda raih. Selamat mencoba.!
Sumber: Astaga.com (Resonansi)
Related Post :
[back]
Langganan:
Postingan (Atom)
Mp3 download
addme.search engine
About Me
SiteMap
Daftar Blog Saya
Pengikut
Minggu, 27 Juni 2010
Inilah Sepuluh Buku Terbaik Versi Oprah Magazine
Mencari buku berkualitas dan menarik untuk dibaca terkadang susah-susah gampang. Tak jarang, buku yang telah dibeli teronggok berdebu di atas tumpukan karena Anda menjadi tidak tertarik dan malas membacanya.
Akan tetapi, sejumlah rekomendasi buku berikut ini dijamin membuat Anda tidak kuasa menahan diri untuk tidak segera menuntaskan bacaan. Berikut ini Media Perempuan memberikan 10 buku terbaik versi Oprah Magazine:
1. ”The Bolter” karya Frances Osborne
Buku ini mengisahkan kronik kehidupan Idina Sackville, seorang perempuan Inggris yang menentang adat kebiasaan dengan memiliki begitu banyak kekasih dan memilih kehidupan asing di Kenya pada 1928. Pembaca dihadapkan dengan pertanyaan, apakah Sackville seorang protofeminist layaknya Isak Dinesen yang menjunjung tinggi kebebasan atau sekadar gadis kaya yang manja dan mencintai skandal? Melalui buku ini, Frances Osborne yang tak lain merupakan cicit Sackville berusaha melacak jejak petualangan nenek moyangnya yang gegabah dan sedikit ”gila.”
2. ”Dreaming in Hindi” karya Katherine Russell Rich
”Dreaming in Hindi” mengisahkan kesialan beruntun yang dialami penulisnya, Katherine Russel Rich. Setelah dua tahun berjuang melawan kanker dan dipecat dari pekerjaan, Rich kehilangan kata-kata untuk menggambarkan betapa buruk nasib yang dialaminya. Buku ini merupakan kisah menawan dan emosional tentang perjalanan Rich ke India, tempat ia mencoba menguasai bahasa asing yang rumit sampai akhirnya menguasai bahasa kemungkinan.
3. ”Little Bee” karya Chris Cleave
Sebuah memori mengerikan menyatukan dua perempuan yang sama sekali berbeda. Perempuan pertama adalah seorang pengungsi muda asal Nigeria yang bertabiat masam namun cerdik dan g baru saja keluar dari pusat penahanan Inggris. Sementara perempuan yang satu lagi adalah editor majalah mode perempuan Inggris. ”Little Bee” mengisahkan tentang kengerian dan keindahan secara sekaligus.
4. ”Blame” karya Michelle Huneven
Licik namun berhati tulus. ”Blame” mengisahkan tentang Patsy Maclemoore, seorang profesor sejarah berusia 20-an tahun yang sedikit liar dan terlibat dalam tindak kriminal yang berhubungan dengan alkohol. Patsy berhasil menemukan penebusan, namun berakhir dengan mempertanyakan moralnya sendiri di kemudian hari.
5. ”Losing Mum and Pup” karya Christopher Buckly
Kehidupan Christopher Buckly tidak seperti kehidupan yang dimiliki banyak orang. Orangtuanya adalah William F. dan Patricia Buckley, figur intelektual dan sosial di East Coast. ”Losing Mum and Pup” merupakan memoar Buckly tentang tahun-tahun setelah kematian kedua orangtuanya dan rasa kehilangan yang mendera. ”Orang-orang terkasih kadang-kadang melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan,” katanya. Namun dirinya tetap mengasihi mereka.
6. ”Zeitoun” karya Dave Eggers
Novel karya Dave Eggers ini mengisahkan seorang kontraktor Suriah yang seharusnya dihargai atas kerja tanpa pamrihnya di New Orleans selama dan setelah bencana badai Katrina, namun malah dikurung di dalam penjara darurat layaknya hewan. Buku ini merupakan sebuah karya masterpiece dengan gaya pelaporan memilukan tentang salah satu momen memalukan dalam sejarah Amerika.
7. ”Say You’re One of Them” karya Uwem Akpan
Hanya Uwen Akpan, seorang penulis Nigeria sekaligus imam Yesuit, yang mampu membimbing pembaca melewati medan keputusasaan, dari jalanan kumuh di Nairobi hingga kecamuk perang di Rwanda, dengan segenggam harapan di kepalan tangan. Kisah tentang pemerkosaan, pembunuhan, dan perbudakan anak-anak di dalam novel ini tidak tertanggungkan. Dikisahkan sebagian besar oleh anak-anak itu sendiri, ”Say You’re One of Them” membuat kita tersentuh dan tergerak melantunkan doa untuk dunia yang lebih baik.
8. ”Some Things That Meant the World to Me” karya Joshua Mohn
Temui Rhonda, seorang lelaki yang tenggelam dalam jeratan alkohol sebagai sebuah penebusan. Baris pertama novel dibuka dengan kalimat yang memicu intrik, ”Aku ingin bercerita tentang suatu malam ketika aku menyelamatkan hidup seorang pelacur.”
9. ”The Invisible Mountain” karya Carolina De Robertis
Novel ini mengisahkan tiga generasi perempuan berkuasa yang bernafsu melawan politik abad ke-20 di Amerika Selatan. Layaknya novel-novel terbaik lainnya, ”The Invisible Mountain” menceritakan kisah menarik tentang identitas, tempat, dan waktu.
10. ”Strength in What Remains: A Journey of Remembrance and Forgiveness” karya Tracy Kidder
Novel ini diangkat dari kisah nyata yang memikat tentang seorang lelaki bernama Cleo, yang setelah menyaksikan kehancuran tanah kelahirannya Burundi, terpaksa menghadapi kemiskinan dan penghinaan di Amerika. Namun semua itu tidak mampu menghancurkannya, justru membuatnya bangkit dan bertahan. Kidder menggambarkan secara jelas, pengalaman mendaki gunung selama 14 jam membuat seseorang menyadari bahwa melanjutkan hidup menunjukkan kekuatan, dan beberapa hal lebih penting daripada kesedihan.
(www.rileks.com)
Apakah anda punya rekomendasi buku lain yang sekira bagus untuk di baca ? silakan komen ...ok...kata orang bijak "Membaca Bagaikan Cahaya didalam gelap"

Related Post :
Akan tetapi, sejumlah rekomendasi buku berikut ini dijamin membuat Anda tidak kuasa menahan diri untuk tidak segera menuntaskan bacaan. Berikut ini Media Perempuan memberikan 10 buku terbaik versi Oprah Magazine:
1. ”The Bolter” karya Frances Osborne
Buku ini mengisahkan kronik kehidupan Idina Sackville, seorang perempuan Inggris yang menentang adat kebiasaan dengan memiliki begitu banyak kekasih dan memilih kehidupan asing di Kenya pada 1928. Pembaca dihadapkan dengan pertanyaan, apakah Sackville seorang protofeminist layaknya Isak Dinesen yang menjunjung tinggi kebebasan atau sekadar gadis kaya yang manja dan mencintai skandal? Melalui buku ini, Frances Osborne yang tak lain merupakan cicit Sackville berusaha melacak jejak petualangan nenek moyangnya yang gegabah dan sedikit ”gila.”
2. ”Dreaming in Hindi” karya Katherine Russell Rich
”Dreaming in Hindi” mengisahkan kesialan beruntun yang dialami penulisnya, Katherine Russel Rich. Setelah dua tahun berjuang melawan kanker dan dipecat dari pekerjaan, Rich kehilangan kata-kata untuk menggambarkan betapa buruk nasib yang dialaminya. Buku ini merupakan kisah menawan dan emosional tentang perjalanan Rich ke India, tempat ia mencoba menguasai bahasa asing yang rumit sampai akhirnya menguasai bahasa kemungkinan.
3. ”Little Bee” karya Chris Cleave
Sebuah memori mengerikan menyatukan dua perempuan yang sama sekali berbeda. Perempuan pertama adalah seorang pengungsi muda asal Nigeria yang bertabiat masam namun cerdik dan g baru saja keluar dari pusat penahanan Inggris. Sementara perempuan yang satu lagi adalah editor majalah mode perempuan Inggris. ”Little Bee” mengisahkan tentang kengerian dan keindahan secara sekaligus.
4. ”Blame” karya Michelle Huneven
Licik namun berhati tulus. ”Blame” mengisahkan tentang Patsy Maclemoore, seorang profesor sejarah berusia 20-an tahun yang sedikit liar dan terlibat dalam tindak kriminal yang berhubungan dengan alkohol. Patsy berhasil menemukan penebusan, namun berakhir dengan mempertanyakan moralnya sendiri di kemudian hari.
5. ”Losing Mum and Pup” karya Christopher Buckly
Kehidupan Christopher Buckly tidak seperti kehidupan yang dimiliki banyak orang. Orangtuanya adalah William F. dan Patricia Buckley, figur intelektual dan sosial di East Coast. ”Losing Mum and Pup” merupakan memoar Buckly tentang tahun-tahun setelah kematian kedua orangtuanya dan rasa kehilangan yang mendera. ”Orang-orang terkasih kadang-kadang melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan,” katanya. Namun dirinya tetap mengasihi mereka.
6. ”Zeitoun” karya Dave Eggers
Novel karya Dave Eggers ini mengisahkan seorang kontraktor Suriah yang seharusnya dihargai atas kerja tanpa pamrihnya di New Orleans selama dan setelah bencana badai Katrina, namun malah dikurung di dalam penjara darurat layaknya hewan. Buku ini merupakan sebuah karya masterpiece dengan gaya pelaporan memilukan tentang salah satu momen memalukan dalam sejarah Amerika.
7. ”Say You’re One of Them” karya Uwem Akpan
Hanya Uwen Akpan, seorang penulis Nigeria sekaligus imam Yesuit, yang mampu membimbing pembaca melewati medan keputusasaan, dari jalanan kumuh di Nairobi hingga kecamuk perang di Rwanda, dengan segenggam harapan di kepalan tangan. Kisah tentang pemerkosaan, pembunuhan, dan perbudakan anak-anak di dalam novel ini tidak tertanggungkan. Dikisahkan sebagian besar oleh anak-anak itu sendiri, ”Say You’re One of Them” membuat kita tersentuh dan tergerak melantunkan doa untuk dunia yang lebih baik.
8. ”Some Things That Meant the World to Me” karya Joshua Mohn
Temui Rhonda, seorang lelaki yang tenggelam dalam jeratan alkohol sebagai sebuah penebusan. Baris pertama novel dibuka dengan kalimat yang memicu intrik, ”Aku ingin bercerita tentang suatu malam ketika aku menyelamatkan hidup seorang pelacur.”
9. ”The Invisible Mountain” karya Carolina De Robertis
Novel ini mengisahkan tiga generasi perempuan berkuasa yang bernafsu melawan politik abad ke-20 di Amerika Selatan. Layaknya novel-novel terbaik lainnya, ”The Invisible Mountain” menceritakan kisah menarik tentang identitas, tempat, dan waktu.
10. ”Strength in What Remains: A Journey of Remembrance and Forgiveness” karya Tracy Kidder
Novel ini diangkat dari kisah nyata yang memikat tentang seorang lelaki bernama Cleo, yang setelah menyaksikan kehancuran tanah kelahirannya Burundi, terpaksa menghadapi kemiskinan dan penghinaan di Amerika. Namun semua itu tidak mampu menghancurkannya, justru membuatnya bangkit dan bertahan. Kidder menggambarkan secara jelas, pengalaman mendaki gunung selama 14 jam membuat seseorang menyadari bahwa melanjutkan hidup menunjukkan kekuatan, dan beberapa hal lebih penting daripada kesedihan.
(www.rileks.com)
Apakah anda punya rekomendasi buku lain yang sekira bagus untuk di baca ? silakan komen ...ok...kata orang bijak "Membaca Bagaikan Cahaya didalam gelap"
Related Post :
Budaya Membaca Buku Cabut Rasa Kebebasan
oleh: HE. Benyamine
Menulis sangat mudah sebagaimana beberapa buku tentang penulisan yang memberi motivasi, sebenarnya mengasumsikan suatu keadaan dimana masyarakat telah hidup dalam budaya membaca. Membaca adalah kebutuhan pokok. Pendidikan lebih cenderung didekati dengan pendekatan pendidikan orang dewasa (andragogi), selain pendekatan pedagogi yang berlangsung saat ini. Sehingga, penekanan yang sering muncul adalah budayakan membaca; sebagai syarat yang sangat penting untuk mudah menulis. Budaya membaca inilah yang menjadi tantangan dalam penerapan isi buku-buku tentang motivasi menulis tersebut, yang perlu didengungkan dan didorong tumbuh berkembangnya budaya membaca.
Berdasarkan beberapa hasil riset sebagaimana diungkapkan Dr. Stephen D. Krashen bahwa kita belajar menulis lewat membaca, yang menunjukkan betapa pentingnya mambaca dalam memudahkan untuk menulis, karena membaca merupakan perbuatan menulis di otak. Hal ini juga tergambar dalam bukunya Jean-Paul Sartre, Kata-Kata (2000), dimana membaca sudah dibudayakan oleh keluarganya, terlebih kakeknya yang selalu memberikan berbagai buku dan tulisan, sehingga saat pertama menulis Sartre merasa sebagai plagiat karena banyak tulisan yang mengendap di otak dari hasil bacaan yang membudaya.
Budaya membaca para pendidik (dosen/guru) tentu sudah seharusnya telah berkembang, sebagai kelompok masyarakat yang senang membaca dan menjadi kebutuhan, sehingga dapat menularkan pada anak didiknya. Sudah seharusnya, kelompok masyarakat yang berprofesi sebagai pendidik ini sudah berada dalam budaya membaca, sehingga kegiatan membaca sudah menjadi habit sebagaimana setiap hari melakukan kegiatan mengajar. Buku-buku yang memotivasi menulis menjadi penting dibaca oleh kalangan pendidik dan peserta didik, yang tidak perlu (harus) diikuti adalah gaya penulisannya. Melalui buku-buku motivasi penulisan tersebut, sangat jelas tergambar bagaimana pentingnya budaya membaca, yang menjadi syarat penting dan utama dalam menjadikan kegiatan menulis sebagai kebiasaan (habit) sebagaimana didefinisikan Stephen Covey sebagai titik pertemuan antara pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan keinginan (desire).
Harapan mempunyai kemampuan menulis sangat mudah, tidak serta merta dapat diperoleh hanya dengan membaca buku-buku tentang menulis, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana sebab-sebab yang diuraikan dalam buku tersebut hingga bisa menulis sangat mudah yang perlu menjadi perhatian dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melakukan perbuatan berdasarkan harapan (raja’) lebih tinggi kedudukannya daripada perbuatan berdasarkan takut (khauf), sebagaimana Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin ungkapkan, yang menegaskan bahwa sebab-sebab yang menguatkan kepada harapan tersebut harus dijaga dan dijalani, karena bila sebab-sebab tersebut hilang maka harapan tersebut tidak ubahnya sebuah angan-angan belaka. Tentu saja sebab-sebab yang menguatkan harapan dalam mudah menulis adalah budaya membaca, yang harus dijaga dan dijalani sebagai budaya.
Membangun kesadaran tentang potensi diri, sebagaimana gagasan Paulo Freire tentang pendidikan yang benar-benar membebaskan, yang mencabut parasit adanya perasaan takut kebebasan (fear of freedom) dalam masyarakat, juga merujuk pada budaya membaca. Jika budaya membaca tidak ada, maka sistem pendidikan apapun akan menjadikan orang terjebak pada sikap fanatik dan tertanam dalam bangunan yang menindas tapi tidak mau keluar karena takut keruntuhannya. Sehingga, perasaan takut kebebasan (fear of freedom) masih menjadi penghambat yang laten, yang memang sangat sulit untuk didobrak.
Jadi, menulis sangat mudah merupakan pernyataan yang benar namun bergantung pada syarat penting akan budaya membaca. Kemudahan dalam menulis merupakan suatu proses yang panjang dan kerja keras, yang diikuti oleh berkembangnya budaya membaca pada diri seseorang. Banyak orang yang setelah membaca buku tentang motivasi menulis langsung tercerahkan, dan berpikiran bahwa menulis itu memang mudah, sebagaimana mudahnya membaca buku tersebut, tetapi tanpa melihat apa yang menjadi sebab kemudahan itu hanya membuat orang terbuai. Sudah seharusnya profesional pendidik (dosen/guru) untuk terlibat mendobrak tembok perasaan takut kebebasan dalam masyarakat, dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya membaca.
(Radar Banjarmasin, 12 April 2010:3)

Related Post :
Carlos Slim Helú Aglamaz [Autobiografi]
Manajemen Waktu Untuk Yang Mau Sukses
Tips Supaya Anak Lebih Pintar
Makanan Yang Bagus Untuk Di konsumsi
Kebiasaan Buruk Yang Baik
Pekerjaan Paling Aneh Didunia
[back]
Menulis sangat mudah sebagaimana beberapa buku tentang penulisan yang memberi motivasi, sebenarnya mengasumsikan suatu keadaan dimana masyarakat telah hidup dalam budaya membaca. Membaca adalah kebutuhan pokok. Pendidikan lebih cenderung didekati dengan pendekatan pendidikan orang dewasa (andragogi), selain pendekatan pedagogi yang berlangsung saat ini. Sehingga, penekanan yang sering muncul adalah budayakan membaca; sebagai syarat yang sangat penting untuk mudah menulis. Budaya membaca inilah yang menjadi tantangan dalam penerapan isi buku-buku tentang motivasi menulis tersebut, yang perlu didengungkan dan didorong tumbuh berkembangnya budaya membaca.
Berdasarkan beberapa hasil riset sebagaimana diungkapkan Dr. Stephen D. Krashen bahwa kita belajar menulis lewat membaca, yang menunjukkan betapa pentingnya mambaca dalam memudahkan untuk menulis, karena membaca merupakan perbuatan menulis di otak. Hal ini juga tergambar dalam bukunya Jean-Paul Sartre, Kata-Kata (2000), dimana membaca sudah dibudayakan oleh keluarganya, terlebih kakeknya yang selalu memberikan berbagai buku dan tulisan, sehingga saat pertama menulis Sartre merasa sebagai plagiat karena banyak tulisan yang mengendap di otak dari hasil bacaan yang membudaya.
Budaya membaca para pendidik (dosen/guru) tentu sudah seharusnya telah berkembang, sebagai kelompok masyarakat yang senang membaca dan menjadi kebutuhan, sehingga dapat menularkan pada anak didiknya. Sudah seharusnya, kelompok masyarakat yang berprofesi sebagai pendidik ini sudah berada dalam budaya membaca, sehingga kegiatan membaca sudah menjadi habit sebagaimana setiap hari melakukan kegiatan mengajar. Buku-buku yang memotivasi menulis menjadi penting dibaca oleh kalangan pendidik dan peserta didik, yang tidak perlu (harus) diikuti adalah gaya penulisannya. Melalui buku-buku motivasi penulisan tersebut, sangat jelas tergambar bagaimana pentingnya budaya membaca, yang menjadi syarat penting dan utama dalam menjadikan kegiatan menulis sebagai kebiasaan (habit) sebagaimana didefinisikan Stephen Covey sebagai titik pertemuan antara pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan keinginan (desire).
Harapan mempunyai kemampuan menulis sangat mudah, tidak serta merta dapat diperoleh hanya dengan membaca buku-buku tentang menulis, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana sebab-sebab yang diuraikan dalam buku tersebut hingga bisa menulis sangat mudah yang perlu menjadi perhatian dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melakukan perbuatan berdasarkan harapan (raja’) lebih tinggi kedudukannya daripada perbuatan berdasarkan takut (khauf), sebagaimana Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin ungkapkan, yang menegaskan bahwa sebab-sebab yang menguatkan kepada harapan tersebut harus dijaga dan dijalani, karena bila sebab-sebab tersebut hilang maka harapan tersebut tidak ubahnya sebuah angan-angan belaka. Tentu saja sebab-sebab yang menguatkan harapan dalam mudah menulis adalah budaya membaca, yang harus dijaga dan dijalani sebagai budaya.
Membangun kesadaran tentang potensi diri, sebagaimana gagasan Paulo Freire tentang pendidikan yang benar-benar membebaskan, yang mencabut parasit adanya perasaan takut kebebasan (fear of freedom) dalam masyarakat, juga merujuk pada budaya membaca. Jika budaya membaca tidak ada, maka sistem pendidikan apapun akan menjadikan orang terjebak pada sikap fanatik dan tertanam dalam bangunan yang menindas tapi tidak mau keluar karena takut keruntuhannya. Sehingga, perasaan takut kebebasan (fear of freedom) masih menjadi penghambat yang laten, yang memang sangat sulit untuk didobrak.
Jadi, menulis sangat mudah merupakan pernyataan yang benar namun bergantung pada syarat penting akan budaya membaca. Kemudahan dalam menulis merupakan suatu proses yang panjang dan kerja keras, yang diikuti oleh berkembangnya budaya membaca pada diri seseorang. Banyak orang yang setelah membaca buku tentang motivasi menulis langsung tercerahkan, dan berpikiran bahwa menulis itu memang mudah, sebagaimana mudahnya membaca buku tersebut, tetapi tanpa melihat apa yang menjadi sebab kemudahan itu hanya membuat orang terbuai. Sudah seharusnya profesional pendidik (dosen/guru) untuk terlibat mendobrak tembok perasaan takut kebebasan dalam masyarakat, dengan mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya membaca.
(Radar Banjarmasin, 12 April 2010:3)
Related Post :
Carlos Slim Helú Aglamaz [Autobiografi]
Manajemen Waktu Untuk Yang Mau Sukses
Tips Supaya Anak Lebih Pintar
Makanan Yang Bagus Untuk Di konsumsi
Kebiasaan Buruk Yang Baik
Pekerjaan Paling Aneh Didunia
[back]
Rabu, 23 Juni 2010
Hindari 16 Kesalahan Terbesar Pelaku Bisnis Online
Berbisnis melalui media online saat ini makin menjadi pilihan, karena modal dan biaya operasionalnya relatif kecil. Anda juga tidak terikat waktu dan tempat, sehingga bisa mengerjakan pekerjaan lain tanpa harus menunggui produk yang Anda jual.
Untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses website Anda, sebaiknya Anda perhatikan hal-hal berikut ini:
1. Mendesain situs berlebihan. Sah-sah saja menggunakan animasi, musik, grafik, dalam situs, tapi jangan terlalu banyak. Berdasarkan penelitian, orang-orang lebih tertarik pada situs yang sederhana. Hiasan yang terlalu ramai akan memperlambat fungsi situs. Ingat, pengguna internet adalah orang-orang sibuk, yang ingin mendapatkan informasi dengan cepat.
2. Mengisi situs dengan link atau teks yang tidak ada kaitannya dengan usaha. Hal ini akan membuat pengunjung malas berkunjung ke situs Anda. Teksnya juga jangan berlebihan. Secukupnya saja, sesuai dengan tujuan usaha atau barang yang ditawarkan.
3. Membuat situs yang tidak terlihat profesional atau asal-asalan. Di dunia online Anda memiliki waktu kurang dari 20 detik untuk meninggalkan kesan pertama dalam pikiran pengunjung. Manfaatkanlah waktu sempit itu dengan sebaik-baiknya.
4. Membuat calon pelanggan bingung. Jika terlalu banyak tombol dalam situs, pengunjung jadi bingung. Apalagi kalau tombol-tombol itu berserakan di mana-mana. Gunakan saja petunjuk-petunjuk dasar atau sederhana yang memang sudah terbukti efektif membimbing pengunjung.
5. Meletakkan info kontak Anda di tempat yang susah ditemukan.
6. Jarang memperbarui informasi. Ini kesalahan terbesar dalam berbisnis online. Dunia usaha berkembang setiap saat dan Anda harus bisa mengimbanginya. Perbaruilah informasi secara berkala, setidaknya seminggu sekali, mulai dari foto, harga, sampai keterangan lain mengenai barang yang ditawarkan.
7. Menggunakan splash page. Splash page adalah halaman awal berisi logo yang harus diklik agar bisa masuk ke situs. Halaman ini cukup membingungkan bagi banyak pengguna internet.
8. Mengharuskan pengunjung mengunduh fitur tertentu. Jangan memasang fitur ini hanya supaya pengunjung bisa mengakses informasi. Banyak orang menganggap hal ini membuang waktu saja.
9. Tidak menyediakan informasi yang jelas bila calon pelanggan harus mengisi formulir tertentu sebelum melakukan pembelian.
10. Mengirim spam. Spam adalah bentuk e-mail yang dikirim ke banyak orang tanpa diminta. Ini mengganggu. Orang akan merasa privasinya dilanggar.
11. Mengganti alamat situs. Gonta-ganti alamat situs akan membuat Anda terlihat tidak konsisten, apalagi tanpa pemberitahuan. Pelanggan jadi harus mencari-cari Anda lagi, atau mereka pikir Anda gulung tikar.
12. Tidak menghiraukan persaingan. Memang baik jika Anda memfokuskan diri untuk memasarkan usaha Anda, tapi jangan sampai Anda ketinggalan dari pesaing lainnya. Sebaiknya Anda perhatikan usaha pesaing dan kembangkan strategi Anda sendiri.
13. Mencampuradukkan dagangan yang tidak ada hubungannya. Anda berjualan cookies dan baju hamil. Dua benda yang tidak ada hubungannya. Pelanggan akan bingung, sebenarnya Anda mau berjualan apa sih? Kalau mau berjualan lebih dari satu jenis barang, buatlah situs yang berlainan.
14. Menciptakan kategori usaha, nama, atau kata kunci yang terlalu umum. Bila ini terjadi, Anda bisa kalah dari pengusaha lain.
15. Gunakan kreativitas Anda untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda, tapi jangan juga membuat kategori yang terlalu spesifik. Misalnya berjualan “siomay bakar daging rusa bumbu manis pedas”. Itu contoh nama yang kurang baik.
16. Lokasi berbisnis di rumah, bukan berarti usaha Anda tidak perlu mendapat izin. Daftarkanlah dan jangan lupa membayar pajak karena ini kewajiban warga Indonesia.
Apakah Anda mempunyai saran yang lain hal2 yang perlu di hindari dalam berbisnis online...silakan komentar anda atau mempunyai artikel menarik tentang bisnis online silakan tinggalkan link anda di komentar anda ..saya akan link back anda ...dan apabila menarik akan saya muat di blog ini..untuk berbagi kepada yang lain supaya orang indonesia pada sukses di bisnis online yang relatif murah dalam permodalan dan ke ahlian...ditunggu saran dan artikelnya..trims
Sumber: Majalah Sekar, Editor: din, kompas.com

Related Post :
Untuk memudahkan pelanggan dalam mengakses website Anda, sebaiknya Anda perhatikan hal-hal berikut ini:
1. Mendesain situs berlebihan. Sah-sah saja menggunakan animasi, musik, grafik, dalam situs, tapi jangan terlalu banyak. Berdasarkan penelitian, orang-orang lebih tertarik pada situs yang sederhana. Hiasan yang terlalu ramai akan memperlambat fungsi situs. Ingat, pengguna internet adalah orang-orang sibuk, yang ingin mendapatkan informasi dengan cepat.
2. Mengisi situs dengan link atau teks yang tidak ada kaitannya dengan usaha. Hal ini akan membuat pengunjung malas berkunjung ke situs Anda. Teksnya juga jangan berlebihan. Secukupnya saja, sesuai dengan tujuan usaha atau barang yang ditawarkan.
3. Membuat situs yang tidak terlihat profesional atau asal-asalan. Di dunia online Anda memiliki waktu kurang dari 20 detik untuk meninggalkan kesan pertama dalam pikiran pengunjung. Manfaatkanlah waktu sempit itu dengan sebaik-baiknya.
4. Membuat calon pelanggan bingung. Jika terlalu banyak tombol dalam situs, pengunjung jadi bingung. Apalagi kalau tombol-tombol itu berserakan di mana-mana. Gunakan saja petunjuk-petunjuk dasar atau sederhana yang memang sudah terbukti efektif membimbing pengunjung.
5. Meletakkan info kontak Anda di tempat yang susah ditemukan.
6. Jarang memperbarui informasi. Ini kesalahan terbesar dalam berbisnis online. Dunia usaha berkembang setiap saat dan Anda harus bisa mengimbanginya. Perbaruilah informasi secara berkala, setidaknya seminggu sekali, mulai dari foto, harga, sampai keterangan lain mengenai barang yang ditawarkan.
7. Menggunakan splash page. Splash page adalah halaman awal berisi logo yang harus diklik agar bisa masuk ke situs. Halaman ini cukup membingungkan bagi banyak pengguna internet.
8. Mengharuskan pengunjung mengunduh fitur tertentu. Jangan memasang fitur ini hanya supaya pengunjung bisa mengakses informasi. Banyak orang menganggap hal ini membuang waktu saja.
9. Tidak menyediakan informasi yang jelas bila calon pelanggan harus mengisi formulir tertentu sebelum melakukan pembelian.
10. Mengirim spam. Spam adalah bentuk e-mail yang dikirim ke banyak orang tanpa diminta. Ini mengganggu. Orang akan merasa privasinya dilanggar.
11. Mengganti alamat situs. Gonta-ganti alamat situs akan membuat Anda terlihat tidak konsisten, apalagi tanpa pemberitahuan. Pelanggan jadi harus mencari-cari Anda lagi, atau mereka pikir Anda gulung tikar.
12. Tidak menghiraukan persaingan. Memang baik jika Anda memfokuskan diri untuk memasarkan usaha Anda, tapi jangan sampai Anda ketinggalan dari pesaing lainnya. Sebaiknya Anda perhatikan usaha pesaing dan kembangkan strategi Anda sendiri.
13. Mencampuradukkan dagangan yang tidak ada hubungannya. Anda berjualan cookies dan baju hamil. Dua benda yang tidak ada hubungannya. Pelanggan akan bingung, sebenarnya Anda mau berjualan apa sih? Kalau mau berjualan lebih dari satu jenis barang, buatlah situs yang berlainan.
14. Menciptakan kategori usaha, nama, atau kata kunci yang terlalu umum. Bila ini terjadi, Anda bisa kalah dari pengusaha lain.
15. Gunakan kreativitas Anda untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda, tapi jangan juga membuat kategori yang terlalu spesifik. Misalnya berjualan “siomay bakar daging rusa bumbu manis pedas”. Itu contoh nama yang kurang baik.
16. Lokasi berbisnis di rumah, bukan berarti usaha Anda tidak perlu mendapat izin. Daftarkanlah dan jangan lupa membayar pajak karena ini kewajiban warga Indonesia.
Apakah Anda mempunyai saran yang lain hal2 yang perlu di hindari dalam berbisnis online...silakan komentar anda atau mempunyai artikel menarik tentang bisnis online silakan tinggalkan link anda di komentar anda ..saya akan link back anda ...dan apabila menarik akan saya muat di blog ini..untuk berbagi kepada yang lain supaya orang indonesia pada sukses di bisnis online yang relatif murah dalam permodalan dan ke ahlian...ditunggu saran dan artikelnya..trims
Sumber: Majalah Sekar, Editor: din, kompas.com
Related Post :
Terbaru Join Bisnis OnLine Murni Gratis....Klik Disini...!!!
[back]
Sabtu, 19 Juni 2010
Manajemen Waktu Untuk Yang Mau Sukses
Anda yang ingin sukses, ikuti tips manajemen waktu orang-orang
sukses berikut ini:
* Tetapkan tujuan dan cita-cita hidup Anda
Tanyakan pada diri sendiri, `Untuk apa saya hidup?' `Apa yang saya
inginkan?','Apa yang harus saya lakukan?'. Lalu tulis semua jawaban
Anda dalam sebuah buku. Ingat, tetapkan tujuan dan cita-cita yang
realistis dan terukur dalam arti sesuai dengan kemampuan Anda.
Karena orang-orang yang sukses dan bahagia adalah orang-orang yang
mengetahui tujuan hidup dan menyadari kemampuannya.
* Lakukan perencanaan
Luangkan waktu Anda untuk membuat perencanaan hidup Anda. Tetapkan
rencana apa saja yang akan Anda lakukan untuk mencapai tujuan dan
cita-cita hidup Anda. Buat rencana secara cermat. Misalnya rencana
untuk menyusun proposal, mengadakan presentasi, menemui klien,
memulai bisnis baru, dll.
* Tetapkan skala prioritas
Setelah membuat perencanaan, buatlah daftar hal-hal yang harus Anda
capai dalam waktu dekat. Misalnya, apa yang harus Anda raih dalam
minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya. Contohnya
minggu depan Anda harus sudah bisa `menggolkan' tender, bulan depan
Anda sudah menjalankan proyek penting, tahun depan Anda sudah bisa
menikmati hasil kerja Anda, dsb.
* Batasi rencana Anda
Terlalu banyak rencana juga bukanlah hal yang baik jika Anda sadar
tidak mungkin mengerjakan semuanya. Rencana yang terlalu banyak
hanya akan membuat Anda stres. Bahkan jika Anda gagal mencapainya
Anda bisa frustasi. Buatlah rencana yang Anda yakin dapat
menyelesaikannya.
* Luangkan waktu
Walau Anda sudah memiliki sejumlah rencana yang akan segera Anda
kerjakan, jangan lupa luangkan waktu Anda untuk melakukan hal-hal
yang menyenangkan bagi Anda pribadi. Misalnya tidur/beristirahat,
melakukan hobi, berkumpul dengan keluarga dan sahabat, berolahraga,
belanja, dan bermain internet. Tetapi jangan sampai kesenangan itu
menyita waktu Anda sehingga mengesampingkan hal-hal yang lebih
penting.
Dengan demikian waktu Anda yang berharga akan lebih efektif bukan?
Jika Anda sudah mempraktekkan manajemen waktu ini dengan benar,
semoga kesuksesan akan segera Anda raih. Selamat mencoba.!
Sumber: Astaga.com (Resonansi)

Related Post :
[back]
sukses berikut ini:
* Tetapkan tujuan dan cita-cita hidup Anda
Tanyakan pada diri sendiri, `Untuk apa saya hidup?' `Apa yang saya
inginkan?','Apa yang harus saya lakukan?'. Lalu tulis semua jawaban
Anda dalam sebuah buku. Ingat, tetapkan tujuan dan cita-cita yang
realistis dan terukur dalam arti sesuai dengan kemampuan Anda.
Karena orang-orang yang sukses dan bahagia adalah orang-orang yang
mengetahui tujuan hidup dan menyadari kemampuannya.
* Lakukan perencanaan
Luangkan waktu Anda untuk membuat perencanaan hidup Anda. Tetapkan
rencana apa saja yang akan Anda lakukan untuk mencapai tujuan dan
cita-cita hidup Anda. Buat rencana secara cermat. Misalnya rencana
untuk menyusun proposal, mengadakan presentasi, menemui klien,
memulai bisnis baru, dll.
* Tetapkan skala prioritas
Setelah membuat perencanaan, buatlah daftar hal-hal yang harus Anda
capai dalam waktu dekat. Misalnya, apa yang harus Anda raih dalam
minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya. Contohnya
minggu depan Anda harus sudah bisa `menggolkan' tender, bulan depan
Anda sudah menjalankan proyek penting, tahun depan Anda sudah bisa
menikmati hasil kerja Anda, dsb.
* Batasi rencana Anda
Terlalu banyak rencana juga bukanlah hal yang baik jika Anda sadar
tidak mungkin mengerjakan semuanya. Rencana yang terlalu banyak
hanya akan membuat Anda stres. Bahkan jika Anda gagal mencapainya
Anda bisa frustasi. Buatlah rencana yang Anda yakin dapat
menyelesaikannya.
* Luangkan waktu
Walau Anda sudah memiliki sejumlah rencana yang akan segera Anda
kerjakan, jangan lupa luangkan waktu Anda untuk melakukan hal-hal
yang menyenangkan bagi Anda pribadi. Misalnya tidur/beristirahat,
melakukan hobi, berkumpul dengan keluarga dan sahabat, berolahraga,
belanja, dan bermain internet. Tetapi jangan sampai kesenangan itu
menyita waktu Anda sehingga mengesampingkan hal-hal yang lebih
penting.
Dengan demikian waktu Anda yang berharga akan lebih efektif bukan?
Jika Anda sudah mempraktekkan manajemen waktu ini dengan benar,
semoga kesuksesan akan segera Anda raih. Selamat mencoba.!
Sumber: Astaga.com (Resonansi)
Related Post :
[back]
Langganan:
Postingan (Atom)




